Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Madiun KH Muharromain mengungkapkan situasi yang aman, damai dan kondusif merupakan kebutuhan pokok bagi umat beragama, tidak hanya menjelang pemilu saja. Kebetulan kali ini situasinya tahun politik maka perlu kita tekan kan dan kita ingatkan kembali bahwa situasi aman, damai dan kondusif merupakan kebutuhan kita bersama. Hal ini disampaikan dalam sambutannya pada sosialisasi/ konsolidasi pengurus FKUB Kecamatan Kebonsari yang bertajuk “ Eksistensi Dan Peran Pemuka-Pemuka Agama Dan Ormas Keagamaan Dalam Mewujudkan Pemilu 2024 Yang Aman, Damai Dan Kondusif ” di kantor Kecamatan Kebonsari (08/11/2023).
Ia juga menyampaikan demokrasi kita adalah demokrasi pancasila, artinya demokrasinya orang bertuhan, demokrasi yang mengedepankan persatuan dan kesatuan. Berbeda pilihan adalah hal yang wajar dalam kontestasi pemilu akan tetapi persatuan dan kesatuan harus tetap diprioritaskan. Sikap toleran tidak hanya sebatas dalam beragama saja akan tetapi pada semua aspek kehidupan utama dalam hubungan interaksi sosial.
Dr. Mujahidin, S.Sos, S.Pdi, M.Si, M.KPd selaku Sekretaris FKUB Kab.Madiun mengatakan keberadaan FKUB didasari dengan munculnya PBM nomor 8 dan 9 tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah dan wakil kepala daerah kalau di Madiun berarti Bupati dan Wakil Bupati dalam memelihara kerukunan umat beragama, pemberdayaan FKUB dan ijin pendirian rumah ibadah. Maka hal inilah yang menjadi filosofi keberadaan FKUB, kita saat ini berjalan sesuai dengan regulasi yang sudah berjalan dan kondusif sebagai mitra pemerintah daerah dalam mengurai masalah-masalah sosial di era disrupsi budaya yang berimbas juga pada interaksi antar dan intern umat beragama.
Ia juga menyampaikan pada tahun 2024 yang mengawali pesta demokrasi baik pilpres maupun pileg dan ada juga pilkada. Hal ini menjadi media utama FKUB untuk menjadi suri tauladan dan selebihnya sebagai garda terdepan di tengah masyarakat sesegera mungkin FKUB di tingkat desa untuk bisa diefektifkan.
Ketua FKUB Kecamatan Kebonsari menyampaikan bahwa di wilayah kita terdiri dari bermacam-macam agama dan golongan, oleh karena itu FKUB bertujuan mewujudkan situasi kehidupan umat beragama yang guyub rukun, adem ayem dan tentrem sesuai yang diharapkan oleh pemerintah dan masyarakat. Negara akan merasa lebih bahagia, aman, kondusif jika kita mampu untuk saling pengertian. Jika sudah ada kesamaan insyaallah keenam agama ini akan saling menyadari sehingga tidak terjadi permasalahan di tengah-tengah masyarakat.
Camat Kecamatan Kebonsari Tarnu Ashidiq, SAg, MSi menyampaikan kami selaku muspika kecamatan kebonsari berharap pemilu tahun 2024 nanti berjalan sukses tanpa ekses.Untuk itu kami selalu berharap peran serta dari FKUB di tingkat kecamatan sampai di tingkat desa dengan para ormas yang ada diwilayah kecamatan kebonsari untuk mempererat serta mewujudkan rasa persatuan dan kesatuan dalam upaya bersama mewujudkan pemilu yang aman, damai dan kondusif. Sebagaimana seperti yang menjadi harapan masyarakat semuanya.
Sementara itu Danramil Kecamatan Kebonsari Kapten Totok Langgeng Subagio menegaskan TNI akan selalu menjunjung sikap netralitas dalam rangka menyongsong dan mewujudkan pemilu 2024 yang aman, damai dan kondusif. Kami akan selalu memantau, memonitor semua kegiatan dalam rangka menyongsong pemilu 2024. Wajib hukumnya bagi kita untuk rukun, walaupun nanti ada perbedaan pilihan dalam pemilu 2024. rental mobil 4×4 di balikpapan
Kapolsek Kecamatan Kebonsari AKP Heroe Santoso SH berharap FKUB ini mampu memberikan edukasi dan pemahaman bagaimana pemilu dapat berjalan dengan aman, damai dan kondusif. Ia juga menyampaikan sedikit apapun permasalahan harus selalu dilakukan komunikasi dan koordinasi agar dapat terselesaikan. (Wafi/Media Center FKUB Kab.Madiun). Distributor Sepatu
![]()























Users Today : 34
Users Yesterday : 58
Total Users : 31724
Views Today : 47
Total views : 140936